Menristek Kampanyekan Open Source
Hindari UU HaKI dan Cengkeraman Kapitalisme Software Sebab OSS adalah software yang diciptakan dari, oleh, dan untuk, masyarakat. OSS ini merupakan kumpulan dari hasil kreasi individu yang berminat memajukan bangsa. OSS juga tercipta untuk sedikit mengimbangi kapitalisme software yang kian tak terkendali. Kumpulan software dalam OSS ini bebas diakses dan digunakan semua orang yang berminat.
MALANG - Menristek Kusmayanto Kadiman minta masyarakat Malang memanfaatkan open source system (OSS) sebagai alternatif pemenuhan kebutuhan software di tengah razia polisi yang kian gencar. OSS ini, tegasnya, juga membuat seseorang tetap bisa memanfaatkan keunggulan perangkat komputer tanpa khawatir akan melanggar undang-undang Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI).
"Kalau punya software dari OSS ini, maka orang tidak perlu khawatir kena razia polisi. Mereka pun bisa tetap mengambil manfaat komputer dengan murah dan tenang. Dari sinilah kami dari Kementerian Riset dan Teknologi menggalakkan Indonesia Go Open Source (IGOS)," papar mantan Dirut IPTN ini dalam peresmian Warintek Mandiri di Ponpes Al Hikam. Warintek tersebut adalah bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT Telkom dan PT Aneka Tambang.
Dari telkom, bentuk bantuan berupa lima unit personal computer (PC) dan dua saluran speedy dengan paket tak terbatas (unlimited). "Kami sangat gembira kalau di kalangan pesantren tidak tabu dengan internet. Lepas dari dampak negatif yang pasti ada, kalangan pesantren tetap harus bisa mengambil berkah dari kemajuan teknologi," kata Kusmayanto.
Menurut Kusmayanto, tantangannya adalah bagaimana memunculkan berkah dari jaringan internet global di tengah adanya situs kekerasan dan situs porno. "Ini menjadi tugas santri sekaligus intelektual kita. Setiap hal baru pasti ada negatifnya. Tetapi bagaimana menghilangkan yang negatif dan mengambil berkahnya," sambung dia.
Sementara, KH Hasyim Muzadi dalam sambutannya mengucapkan rasa terima kasih atas bantuan tersebut. Hasyim mengatakan Al Hikam boleh dikatakan jujugan bagi pembelajaran ponpes di seluruh Indonesia. Dengan adanya warintek ini, maka pihaknya akan mencoba menyebarkan berkah internet kepada ponpes lain.
"Kebetulan di Al Hikam santrinya mendapat pembelajaran agama dan pendidikan formal. Sehingga kami anggap cocok ketika mendapat bantuan warintek," kata Hasyim. "Kami memang sangat senang ketika mendapatkan bantuan," sambungnya. (yos)


